Adi Ming: Strategi Bisnis Bersahabat dengan Risiko

Penulis: Christison Sondang Pane

Adi Ming: Strategi Bisnis Bersahabat dengan Risiko

Chairman Samera Propertindo, Adi Ming E, Jumat (15/11)

Jumat, 15 November 2019 | 22:01

Analisadaily (Medan) - Meski bukan pewaris kerajaan properti, nama Adi Ming E, Chairman Samera Propertindo, saat ini tidak pernah lepas dari embel-embel properti.

Hidupnya dulu sulit. Beruntung, orang tuanya bertekad menyekolahkannya sehingga saat tamat SMA. Sambil kuliah, Adi Ming berani menentukan jalan hidup semenjak dini.

Diungkapkannya, lebih dari 20 tahun waktu yang dicurahkan untuk satu bidang yang menurutnya tergolong angker. Selain padat modal, bisnis properti sangat bergantung pada iklim ekonomi lokal, nasional, dan global.

"Belum lagi beradaptasi pada kebijakan pemerintah," katanya, Jumat (15/11).

Hanya ada satu kata kunci yang terus mengikuti kesuksesan miliarder muda ini, yaitu risiko. Baginya di setiap tantangan besar selalu ada risiko besar, dan potensi keuntungan yang besar pula.

"Maka, bersahabatlah dengan risiko. Sebagai seorang pebisnis properti, saya harus bersahabat dengan yang namanya risiko," ucapnya.

Diakui Adi Ming, jika setiap tahun dicatat, sebenarnya akan selalu saja ada alasan untuk pesimis dengan bisnis properti. Ada yang bilang hati-hati di tahun politik. Hati-hati saat ada desas-desus krisis global, dan hati-hati pergantian kepala daerah.

"Jika dituruti, maka tidak ada tahun baik untuk menjalankan bisnis properti," ujarnya.

Adi Ming tak bergeming. Beberapa tahun terakhir, di saat kompetitor berbondong-bondong membidik pasar menengah bawah, ia memilih tetap fokus di segmen menengah atas. Alasannya sederhana, menengah atas sudah pasti mampu beli.

Menurutnya, ia hanya perlu memikirkan desain terbaik dengan harga paling kompetitif. Ketimbang ikut berspekulasi dengan kabar tumbuhnya kelas ekonomi menengah di Indonesia. Padahal, kelas menengah sangat rentan.

Isu lesunya pasar di tahun politik juga tak membuat Adi Ming gentar. Saat masyarakat Medan wait and see di moment Pilkada Sumut, ia menyasar Aceh. Ia tahu banyak masyarakat Aceh yang rutin ke Medan untuk berlibur atau bisnis.

"Terbukti 25 persen sales disumbang masyarakat asal Aceh. Selain Medan, masyarakat Aceh adalah pasar yang patut diperhitungkan," sebutnya.

Adi Ming yakin selalu ada peluang di setiap tantangan. Besar kecilnya risiko yang dihadapi hanya tinggal penyesuaian kita dengan tekad dan kerja keras.

"Semua butuh kerja keras, dan penyesuaian dalam menghadapi risiko," tandasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar