Google Hadirkan Berbagai Fitur dan Program Baru

Google Hadirkan Berbagai Fitur dan Program Baru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (tiga kiri) dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate (dua kiri) menghadiri peluncuran fitur baru Google

(rzp/eal)

Rabu, 20 November 2019 | 15:46

Analisadaily - Google for Indonesia untuk kali keempat mengumumkan fitur dan pelatihan skill guna membantu orang Indonesia 'Maju Sama-sama' dan mengoptimalkan manfaat internet terbuka.

Peluncuran fitur baru dihadiri dua menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, serta Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf di Ciputra Artpreneur, Jakarta.

Google mengumumkan beberapa inisiatif untuk menghadirkan pengalaman berbelanja baru yang menarik bagi orang Indonesia. Yang pertama adalah Google Shopping yang dilengkapi fitur penelusuran prediktif (queryless) dan dirancang untuk aktivitas browsing.

Halaman ini merupakan sebuah destinasi bagi pengguna untuk menelusuri berbagai produk dari ribuan toko online dan offline. Mulai sekarang orang-orang Indonesia yang ingin berbelanja dapat melihat penawaran dalam bahasa Indonesia dan Inggris, serta bahasa Jawa.

"Google mengumumkan untuk pertama kalinya, peretail offline dapat memunculkan produk mereka di Google Shopping hanya dengan membuat profil Google Bisnisku dan mempostingnya," kata Randy, Rabu (20/11).

Program skill baru Google yang diluncurkan yakni Bangkit, program pelatihan yang sangat selektif selama enam bulan untuk membantu membangun SDM developer yang andal. Program ini gratis dan akan dimulai pada Januari 2020 dan pendaftaran dibuka mulai hari ini di g.co/bangkit.

Program ini untuk memanfaatkan inisiatif yang ada untuk melatih bakat-bakat teknologi seperti Google Developers Kejar dan Digital Talent Scholarships. Program ini didesain bersama Gojek, Tokopedia, dan Traveloka untuk melatih 300 developer yang berkualitas tinggi dengan keahlihan machine learning hingga musim 2020.

"Dengan inisiatif ini kami mendorong developers di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan teknis dan soft skill mereka, dan nantinya ikut mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang dinamis," ucapnya.

Google juga menegaskan kembali komitmennya untuk membantu orang Indonesia menggunakan alat-alat dan pengaturan privasi yang diperlukan dalam menjaga keamanan di internet, khususnya saat dalam perjalanan dengan memperkenalkan fitur Stay Safer di Google Maps.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menerangkan, Indonesia harus menjadi prioritas nomor satu untuk kebangkitan teknologi, peningkatan sumber daya manusia. Maka, program-program peningkatan skill SDM rakyat Indonesia diminta jangan hanya melatih ratusan orang, jika perlu ratusan ribu.

"Jangan segan-segan dan malu meminta apa yang dibutuhkan, karena dalam kementerian, saya saat ini bukan hanya regulator, tetapi adalah sebuah ekosistem," ungkapnya.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menegaskan, dengan kemajuan teknologi digital, memiliki dampak yang luar biasa karena daerah-daerah terluar, tertinggal, termiskin, dan terdepan, bisa dihubungkan oleh bangsa melalui teknologi.

"Kami mendukung semua, dan terpenting dengan kepentingan yang sama, termasuk google untuk memajukan Indonesia, khususnya menghasilkan digital-digital talent," sebut Johnny.

Pada momentum kali ini, Google juga menghadirkan Kormon, Google Go, Google Shopping, Asisten Google, Google Maps dengan fitur Lokal Guide, YouTube Premium dan YouTube Music.

 

(rzp/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar