Makanan di Batam yang Tidak Boleh Terlewatkan

Penulis: Christison Sondang Pane

Makanan di Batam yang Tidak Boleh Terlewatkan

Salah satu makanan di Batam (The Jakarta Post/Asia News Network)

Jumat, 29 November 2019 | 09:28

Analisadaily – Kepulauan Batam banyak dikunjungi orang-orang luar negeri, termasuk dalam urusan bisnis, karena daerah tersebut salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia.

Tapi ternyata selain dikenal sebagai tempat-tempat pabrik berdiri, Batam juga menjadi tujuan wisata yang kaya akan keanekaragaman kuliner.

Masakan Batam juga diketahui perpaduan dari berbagai negara, di antaranya rasa Arab, China, Melayu dan asli. Dari banyak pilihan yang tersedia, pelancong ke Batam setidaknya harus menikmati beberapa hidangan khas daerah ini.

Yongkie Fish Soup

Batam pertama kali dikembangkan sebagai kawasan industri, oleh karena itu di sini tidak banyak tempat kuliner untuk dikunjungi seperti yang ada sekarang. Bahan yang digunakan untuk memasak sangat terbatas pada makanan laut seperti ikan, udang, cumi-cumi dan gonggong (kerang).

Restoran Yongkie terletak di area Nagoya di pusat kota. Sudah ada lebih dari 30 tahun. Sup ikannya terbuat dari ikan tenggiri (wahoo) dan terkenal secara nasional. Meskipun memiliki cabang di kota-kota lain. Restoran di Batam masih menjadi favorit karena rasanya yang segar.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Lunch hari ini sop ikan Yong kee.

A post shared by LI MEI (@limei_65) on

Selain ikan, sup biasanya terdiri dari udang dan cumi-cumi. Sup kepala ikan tenggiri, khususnya, dimasak dengan asam. Rasa asam menghilangkan bau amis sup.

Hanya ada satu cabang lain di Batam, yaitu di daerah Engku Putrie pusat Batam, yang menawarkan lebih banyak ruang. Di sore dan malam hari, kedua tempat itu sangat ramai, terutama dengan turis.

Beberapa tokoh nasional dapat ditemukan sering memesan sup dan memintanya untuk dikirim melalui layanan kargo udara untuk diterima pada hari yang sama. Harga untuk semangkuk sup ikan adalah Rp 40.000 (S $ 3.90).

Prata dan Martabak

Prata polos (roti goreng) dengan sup gule (kari tebal) adalah pilihan sarapan yang populer. Meskipun prata dan martabak (pancake goreng isi) berasal dari Timur Tengah, mereka telah lama menjadi makanan pokok Batam.

Belakang Padang Island, sebuah pulau yang dekat dengan Singapura, adalah salah satu tempat terbaik untuk mencicipi prata, kopi, dan teh tarik.

Bepergian ke Pulau Belakang Padang dari Batam hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan kapal kayu dan biayanya Rp8.000 sekali jalan. Jauh sebelum Batam menjadi tujuan populer, Pulau Belakang Padang pertama dikenal sebagai distrik resmi. Saat itu, Batam hanyalah pulau hutan.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

"sarapan dulu"

A post shared by EchO_0101 (@eco_0101) on

Situasi telah berubah sejak saat Batam berkembang pesat, tetapi Pulau Belakang Padang tetap sama. Sekarang, banyak warga Belakang Padang bekerja di kota Batam dan kembali ke rumah untuk akhir pekan.

Ameng Coffee Shop adalah tempat favorit untuk menikmati kopi hitam atau teh tarik. Perusahaan ini didirikan oleh seorang lelaki keturunan Cina bernama Ameng. Tiga ruko yang digabung menjadi satu masih belum cukup untuk menampung semua pengunjung. Meja selalu penuh, terutama pada akhir pekan, karena banyak orang Batam datang hanya untuk mencicipi kopinya.

Prata dan martabak membuat hidangan pendamping yang pas dengan kopinya. Saat cuacanya bagus, samar-samar Anda bisa melihat Marina Bay Sands Singapura dari kejauhan.

Ketika mendiang wartawan senior dan pakar kuliner Bondan Winarno datang untuk mencicipi hidangan ini di Harum Manis Coffee Shop, satu-satunya kata yang keluar darinya adalah mak nyus (enak).

Mie Lendir Berkuah Kacang

Mie Lendir Berkuah Kacang (mie rebus dengan saus kacang) berbeda dari mie lender atau mie rebus khas dari Medan, Sumatera Utara, karena saus kacang tidak setebal itu, namun memiliki aroma kacang yang kuat.

Disajikan dengan irisan telur rebus sebagai topping, pengunjung tidak akan merasa kenyang meskipun mereka sudah makan dua porsi. Piring disajikan dengan irisan cabe rawit (cabai panas kecil) di samping.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mie Lendir

A post shared by Lucky Halioedin (@luckyhalioedin) on

Untuk menikmatinya di Harum Manis Coffee Shop, Anda harus datang lebih awal, karena jika Anda sedikit terlambat, Anda harus berjuang untuk mendapatkan tempat duduk. Kedai kopi adalah salah satu favorit di kota tua Nagoya, yang juga merupakan pusat bisnis Batam.

Mie lendir bukan satu-satunya menu spesial di tempat ini. Mereka juga memiliki kopi yang baik yang dibuat oleh barista paling senior di pulau itu. Meskipun lelaki tua itu berdiri dengan bengkok, dia memiliki keahlian dalam membuat kopi.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar