Pengusaha Pemula Dilatih Tingkatkan Omzet Melalui Laundry Sepatu

Pengusaha Pemula Dilatih Tingkatkan Omzet Melalui Laundry Sepatu

Pengusaha Pemula di Medan dilatih tingkatkan omzet

(rzp/eal)

Sabtu, 30 November 2019 | 16:34

Analisadaily (Medan) - Bisnis ekonomi kreatif seperti laundry sepatu dan tas kini sangat diminati di era industry 4.0. Selain membantu menjaga kualitas barang, usaha ini juga berpotensi meningkatkan omzet pribadi dan membuka lapangan pekerjaan.

Sebagai upaya membantu para pengusaha muda di Kota Medan untuk meningkatkan omzet, Sahabat Laundry Sumatera Utara (SALUT) mengadakan Exito Shoes Training yang dilaksanakan Full day di Swiss-Belin Medan, Jalan Surabaya.

M. Rockyanshah Panjaitan (Owner Allga laundry) selaku pimpinan SALUT mengatakan, dalam pelatihan ini peserta diedukasi tentang teknik perawatannya. Dengan tema '3 Langkah Menuju Omset 15Jt/hari', pelatihan ini dibimbing langsung Founder Exito yaitu Putra MDL.

"Pelatihan ini bertujuan untuk meng-upgrade omzet lewat laundry sepatu dan tas, memberikan peluang kepada anak sekolah, mahasiswa, dan yang masih menganggur untuk membuka usaha tersebut dengan modal yang sangat terjangkau," kata Rocky, sapaan akrab Rockyanshah, Sabtu (30/11). 

Diungkapkan Rocky, SALUT sebagai wadah komunikasi pengusaha laundry ikut berperan aktif membantu masyarakat Medan, khususnya, dan Sumatera Utara (Sumut) umumnya, menciptakan lapangan pekerjaan.

"Nah, materi dalam pelatihan kali ini juga sangat penting, seperti pengenalan bahan, pengenalan chemical, teknik cuci tanpa air, teknik recolouring canvas dan leather, treatment tas sepatu branded, juga unyellowing," ungkapnya.

Rocky menyebut, jumlah peserta dalam pelatihan ini sebanyak 25 orang. Dalam training ini juga ditekankan, membuka usaha laundry sepatu tidak butuh modal besar. Contoh dalam training yang dilaksanakan kali ini.

Pengusaha Pemula di Medan dilatih tingkatkan omzet

Pengusaha Pemula di Medan dilatih tingkatkan omzet

"Peserta yang keluar dari training ini sudah bisa membuka laundry sepatu sendiri. Contoh, ada peserta satu orang anak kuliahan. Sebelum ikut training, dia sudah posting di Facebook dan grup WhatsApp dan sudah masuk 10 ke dia," sebutnya.

"Padahal, dia sebelumnya belum ikut training, dan baru ini ikut tapi sudah dapat orderan. Di sini bisa dilihat, buka laundry sepatu itu biayanya tidak tinggi. Berbeda kalau kita buka bisnis laundry pakaian atau kiloan, minimal harus punya modal puluhan juta. Laundry sepatu tidak perlu sewa tempat dan bisa di rumah," sambungnya.

Dikatakan Rocky, jika membuka usaha laundry di rumah, dan cara membuat orang lain mengetahuinya, bisa dengan memanfaatkan media sosial. Caranya, foto sepatu yang belum dicuci dengan sepatu yang sudah dicuci, before dan after.

"Dari situ nanti muncul respons berupa pertanyaan, mengenai di mana tempatnya. Lalu kita kasih tahu. Atau pemilik laundry rumahan bisa memakai pola antar jemput. Mengenai harga, jika untuk layanan antar jemput, bisa dinaikkan sesuai dengan jarak jauh dan dekat," ujarnya.

Para peserta yang telah mengikuti training di sini nantinya akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp. Misalnya saat di lapangan mereka menemukan kasus-kasus tertentu, bisa sharing ke SALUT dan saling bantu.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar